Desa Banyusangka
Logo TAWSEC
ACSES & UNAIR Sustainability Program ยท Desa Banyusangka 2026

Dari Laut, Untuk Bangsa

TAWSEC mendampingi perempuan pelaku ngojur Desa Banyusangka mengolah hasil laut menjadi produk UMKM bernilai jual 10โ€“50 kali lipat lebih tinggi.

๐Ÿ“ Desa Banyusangka, Tanjung Bumi, Bangkalan, Madura

๐Ÿ‘ฅ
2.628
Jiwa Penduduk
๐ŸŽฃ
621+
Nelayan Aktif
๐ŸŸ
300+
Kg Ikan/Hari
๐Ÿ›๏ธ
4
Pilar Program
๐Ÿš€ Capaian & Target Dampak

Angka Dampak Program TAWSEC

๐Ÿ“ฆ
500 + Kemasan
Produk Terjual
๐Ÿช
10 Unit Usaha
UMKM Aktif Dampingan
๐Ÿ‘ฉโ€๐Ÿ’ผ
45 + Orang
Anggota Komunitas Terlatih
๐ŸŒ Tri Dharma & Global Goals

Bagian dari Komitmen SDGs Universitas Airlangga

Program TAWSEC merupakan wujud nyata kontribusi UNAIR โ€” peringkat #15 dunia & nomor 1 Indonesia dalam THE Sustainability Impact Rankings 2026 โ€” melalui hibah pengabdian UNAIR SUSTAINACTION 2026 yang diselenggarakan oleh UKM-F Penalaran AcSES FEB Universitas Airlangga untuk pemberdayaan ekonomi pesisir di Desa Banyusangka.

SDG 1 Icon
Tanpa Kemiskinan

Peningkatan pendapatan perempuan nelayan lewat produk olahan laut bernilai tinggi.

SDG 5 Icon
Kesetaraan Gender

Pemberdayaan ekonomi perempuan pelaku ngojur menjadi wirausaha mandiri.

SDG 8 Icon
Pekerjaan Layak

Formalisasi kerja informal menjadi usaha berlegalitas (NIB & Halal).

SDG 14 Icon
Ekosistem Laut

Mengurangi food loss hasil tangkapan ikan layang & tongkol sebesar 20-35%.

Pelajari Selengkapnya* Sumber: THE Sustainability Impact Rankings 2026
SDGs UNAIR Colour Wheel

Sustainable Development Goals

Universitas Airlangga berkomitmen penuh mendukung pencapaian SDGs global melalui pengabdian masyarakat pesisir.

Kenapa TAWSEC?

Mengubah Masalah Jadi Peluang

Potensi laut yang besar belum dimanfaatkan optimal. TAWSEC hadir untuk menutup gap itu.

Masalah

85% Dijual Mentah

Ikan layang & tongkol segar dijual langsung tanpa diolah. Saat panen raya (>1 ton/hari), harga ANJLOK dari Rp30.000/kg jadi Rp1.000โ€“3.000/kg.

Masalah

Food Loss 20โ€“35%

Saat musim puncak panen raya, hasil tangkapan melimpah tidak terserap pasar โ€” banyak terbuang sia-sia karena belum ada pabrik pengolahan.

Solusi TAWSEC

Nilai Naik 10โ€“50x

Mengolah daging ikan jadi abon (Rp55.000/250g), kulit jadi kerupuk, dan tulang jadi tepung pakan. Mengubah sisa tangkapan jadi produk bernilai tinggi.

Solusi TAWSEC

4 Pilar & Zero Waste

Kewirausahaan, Produksi Higienis, Digitalization, & Legalitas โ€” mendampingi perempuan pelaku ngojur menjadi pelaku usaha mandiri.

Suara Peserta

Dampak Nyata TAWSEC

* Testimoni akan diperbarui seiring berjalannya program

๐Ÿ›๏ธ

โ€œSaat musim panen raya tiba dan hasil tangkapan membludak tanpa ada pengolahan, masyarakat terpaksa menjual ikan segar hanya seharga Rp1.000โ€“3.000 per kilogram. Program TAWSEC sangat dibutuhkan untuk memberi nilai tambah.โ€

H. Abd. Syukur

Kepala Desa Banyusangka (Surat Kesediaan Mitra Resmi)

๐Ÿ‘ฉโ€๐Ÿ’ผ

โ€œKami antusias mengikuti pelatihan olahan abon, kerupuk, dan tepung tulang ikan. Dulu cuma angkut dan jual eceran, sekarang belajar punya produk dan usaha sendiri.โ€

Kelompok Ibu-Ibu Ngojur

Peserta Dampingan Program, Desa Banyusangka

Dukung UMKM Pesisir Banyusangka

Setiap pembelian produk TAWSEC berarti ikut serta membangun kemandirian ekonomi perempuan nelayan Madura. ๐ŸŒŠ