

Dari Laut, Untuk Bangsa
TAWSEC mendampingi perempuan pelaku ngojur Desa Banyusangka mengolah hasil laut menjadi produk UMKM bernilai jual 10โ50 kali lipat lebih tinggi.
๐ Desa Banyusangka, Tanjung Bumi, Bangkalan, Madura
Angka Dampak Program TAWSEC
Bagian dari Komitmen SDGs Universitas Airlangga
Program TAWSEC merupakan wujud nyata kontribusi UNAIR โ peringkat #15 dunia & nomor 1 Indonesia dalam THE Sustainability Impact Rankings 2026 โ melalui hibah pengabdian UNAIR SUSTAINACTION 2026 yang diselenggarakan oleh UKM-F Penalaran AcSES FEB Universitas Airlangga untuk pemberdayaan ekonomi pesisir di Desa Banyusangka.
Peningkatan pendapatan perempuan nelayan lewat produk olahan laut bernilai tinggi.
Pemberdayaan ekonomi perempuan pelaku ngojur menjadi wirausaha mandiri.
Formalisasi kerja informal menjadi usaha berlegalitas (NIB & Halal).
Mengurangi food loss hasil tangkapan ikan layang & tongkol sebesar 20-35%.

Sustainable Development Goals
Universitas Airlangga berkomitmen penuh mendukung pencapaian SDGs global melalui pengabdian masyarakat pesisir.
Olahan Laut Khas Banyusangka
Dibuat dari ikan segar hasil tangkapan nelayan lokal, diolah secara higienis oleh ibu-ibu UMKM dampingan program TAWSEC.
Mengubah Masalah Jadi Peluang
Potensi laut yang besar belum dimanfaatkan optimal. TAWSEC hadir untuk menutup gap itu.
85% Dijual Mentah
Ikan layang & tongkol segar dijual langsung tanpa diolah. Saat panen raya (>1 ton/hari), harga ANJLOK dari Rp30.000/kg jadi Rp1.000โ3.000/kg.
Food Loss 20โ35%
Saat musim puncak panen raya, hasil tangkapan melimpah tidak terserap pasar โ banyak terbuang sia-sia karena belum ada pabrik pengolahan.
Nilai Naik 10โ50x
Mengolah daging ikan jadi abon (Rp55.000/250g), kulit jadi kerupuk, dan tulang jadi tepung pakan. Mengubah sisa tangkapan jadi produk bernilai tinggi.
4 Pilar & Zero Waste
Kewirausahaan, Produksi Higienis, Digitalization, & Legalitas โ mendampingi perempuan pelaku ngojur menjadi pelaku usaha mandiri.
Dampak Nyata TAWSEC
* Testimoni akan diperbarui seiring berjalannya program
โSaat musim panen raya tiba dan hasil tangkapan membludak tanpa ada pengolahan, masyarakat terpaksa menjual ikan segar hanya seharga Rp1.000โ3.000 per kilogram. Program TAWSEC sangat dibutuhkan untuk memberi nilai tambah.โ
H. Abd. Syukur
Kepala Desa Banyusangka (Surat Kesediaan Mitra Resmi)
โKami antusias mengikuti pelatihan olahan abon, kerupuk, dan tepung tulang ikan. Dulu cuma angkut dan jual eceran, sekarang belajar punya produk dan usaha sendiri.โ
Kelompok Ibu-Ibu Ngojur
Peserta Dampingan Program, Desa Banyusangka
Dukung UMKM Pesisir Banyusangka
Setiap pembelian produk TAWSEC berarti ikut serta membangun kemandirian ekonomi perempuan nelayan Madura. ๐


